HARI 6: MENARA BABEL (23 Februari 2026)
Ketika manusia meninggikan diri dan mencari nama sendiri, Allah turun campur tangan—membongkar kesombongan demi kebaikan dan rencana-Nya.
Opini, refleksi, dan pemikiran seputar kehidupan doa serta kerohanian, yang mengajak Anda melihat doa secara relevan dalam konteks hidup dan pelayanan masa kini.
Ketika manusia meninggikan diri dan mencari nama sendiri, Allah turun campur tangan—membongkar kesombongan demi kebaikan dan rencana-Nya.
Setelah air bah, Allah mengikat perjanjian penuh kasih, menjanjikan pemeliharaan, harapan, dan kesetiaan-Nya bagi seluruh bumi dan generasi.
Di tengah kejahatan manusia dan penghukuman Allah, kasih karunia-Nya tetap bekerja—menyediakan jalan keselamatan bagi mereka yang percaya dan taat.
Ketika manusia melanggar perintah Allah, rasa malu dan keterpisahan lahir—namun di tengah kejatuhan, Allah mulai menyingkapkan rencana keselamatan-Nya.
Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya untuk hidup dalam relasi, pernikahan, dan komunitas, mencerminkan kasih serta rancangan-Nya yang mulia.
Orang Kristen percaya bahwa ketika mereka membaca Alkitab, Allah berbicara. Jika Anda baru mengenal pembacaan Alkitab sebagai orang Kristen, penting untuk memahami bahwa membaca Alkitab sedikit berbeda dengan membaca buku-buku lain.
Kita hidup pada era kebencian. Satu partai politik membenci partai yang lain. Satu bangsa membenci bangsa yang lain. Tetapi terbentuknya kubu dan golongan yang saling bertentangan dalam memperjuangkan tujuan mereka baik dalam kancah nasional dan internasional pada tahun 2022 ini bukanlah sesuatu hal yang baru, sebagaimana yang dapat Anda bayangkan.
Sangat mudah untuk bersikap kritis terhadap doa, khususnya doa orang lain. Kata-kata Robert Murray McCheyne sering dikutip karena kata-kata itu tetap benar adanya: "Anda ingin merendahkan hati seseorang? Tanyakan kepadanya tentang kehidupan doanya."
Doa bersifat pribadi. Yesus mengatakan kepada kita untuk "tutuplah pintunya, dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi" (Mat. 6:6, AYT). Akan tetapi, doa juga bersifat komunal. Mazmur, misalnya, adalah himne dan panduan doa bagi umat Allah yang berkumpul. Jadi, bagaimana seharusnya kita memikirkan tentang doa bersama, dan mengapa itu penting?