HARI 3: MANUSIA MELANGGAR PERINTAH TUHAN (20 Februari 2026)
Ketika manusia melanggar perintah Allah, rasa malu dan keterpisahan lahir—namun di tengah kejatuhan, Allah mulai menyingkapkan rencana keselamatan-Nya.
Opini, refleksi, dan pemikiran seputar kehidupan doa serta kerohanian, yang mengajak Anda melihat doa secara relevan dalam konteks hidup dan pelayanan masa kini.
Ketika manusia melanggar perintah Allah, rasa malu dan keterpisahan lahir—namun di tengah kejatuhan, Allah mulai menyingkapkan rencana keselamatan-Nya.
Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya untuk hidup dalam relasi, pernikahan, dan komunitas, mencerminkan kasih serta rancangan-Nya yang mulia.
Orang Kristen percaya bahwa ketika mereka membaca Alkitab, Allah berbicara. Jika Anda baru mengenal pembacaan Alkitab sebagai orang Kristen, penting untuk memahami bahwa membaca Alkitab sedikit berbeda dengan membaca buku-buku lain.
Kita hidup pada era kebencian. Satu partai politik membenci partai yang lain. Satu bangsa membenci bangsa yang lain. Tetapi terbentuknya kubu dan golongan yang saling bertentangan dalam memperjuangkan tujuan mereka baik dalam kancah nasional dan internasional pada tahun 2022 ini bukanlah sesuatu hal yang baru, sebagaimana yang dapat Anda bayangkan.
Sangat mudah untuk bersikap kritis terhadap doa, khususnya doa orang lain. Kata-kata Robert Murray McCheyne sering dikutip karena kata-kata itu tetap benar adanya: "Anda ingin merendahkan hati seseorang? Tanyakan kepadanya tentang kehidupan doanya."
Doa bersifat pribadi. Yesus mengatakan kepada kita untuk "tutuplah pintunya, dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi" (Mat. 6:6, AYT). Akan tetapi, doa juga bersifat komunal. Mazmur, misalnya, adalah himne dan panduan doa bagi umat Allah yang berkumpul. Jadi, bagaimana seharusnya kita memikirkan tentang doa bersama, dan mengapa itu penting?
Yabes lebih mulia daripada saudara-saudaranya. Ibunya menamai dia Yabes, sebab dia berkata, "Aku melahirkan dia dengan kesakitan." Yabes berseru kepada Allah Israel, dengan berkata, "Kiranya Engkau sungguh-sungguh memberkatiku dan memperluas daerahku. Kiranya tangan-Mu menyertai dan melindungi aku dari malapetaka sehingga kesakitan tidak menimpaku." Dan, Allah mengabulkan apa yang dia minta. (1 Tawarikh 4:9-10, AYT)
Kita semua pasti memiliki sesuatu yang ingin kita ubah dalam hidup kita, bukan? Mungkin hal tersebut berkaitan dengan kesehatan: Anda ingin lebih rajin berolahraga dan memilih makanan sehat. Atau, mungkin Anda ingin lebih dekat dengan Allah melalui kebiasaan rohani, seperti berdoa. Atau, Anda ingin menjadi lebih bertanggung jawab dengan uang dan mengurangi pembelian impulsif.
Saya melakukannya lagi. Percakapan dengan anak remaja saya menjadi emosional. Dia marah dan tidak sopan. "Dia bahkan tidak bersikap rasional," saya menilai. Dan, saya lepas kendali. Terlepas dari niat tulus saya untuk tetap berkepala dingin kali ini -- untuk menanggapi dengan lembut dan tidak bereaksi karena sakit hati dan sombong -- saya gagal. Saya mengulangi naskah yang telah kami mainkan lebih dari yang bisa saya hitung. Setelah dia pergi tidur, hubungan saya dengan putra saya, yang sangat saya cintai, terasa tegang.