HARI 22: ALLAH MENCARI YANG HILANG (11 Maret 2026)
Allah mencari yang hilang dengan kasih Bapa—mengejar, mengangkat, memulihkan, dan bersukacita besar ketika anak-Nya pulang kembali.
Opini, refleksi, dan pemikiran seputar kehidupan doa serta kerohanian, yang mengajak Anda melihat doa secara relevan dalam konteks hidup dan pelayanan masa kini.
Allah mencari yang hilang dengan kasih Bapa—mengejar, mengangkat, memulihkan, dan bersukacita besar ketika anak-Nya pulang kembali.
Mengasihi Allah berarti mengasihi sesama—bahkan musuh—dengan belas kasihan nyata, hidup taat, dan keberanian mengalahkan kejahatan melalui kebaikan.
Allah menciptakan dunia dengan firman-Nya, menghadirkan terang, keteraturan, dan kehidupan, serta mengundang manusia hidup dalam rancangan-Nya.
Allah meninggikan yang rendah hati; keselamatan bukan upah usaha, melainkan anugerah bagi hati yang berserah dan mengikut Yesus.
Yesus berkuasa atas badai dan kegelapan; Dia membebaskan yang terikat, menenangkan yang takut, dan mengutus yang diselamatkan bersaksi.
Yesus mengampuni dosa, menyembuhkan yang hancur, dan memanggil orang berdosa—iman yang berani membuka jalan bagi kuasa dan kasih Allah.
Yesus menang atas godaan, menggenapi Kitab Suci, dan membawa Kabar Baik—pembebasan, kesembuhan, dan pengharapan bagi yang tertindas.
Suara di padang gurun memanggil pertobatan—Anak Domba Allah dinyatakan, menghapus dosa dunia dan membaptis hati dengan Roh Kudus.
Allah turun dalam kerendahan—Bayi di palungan menjadi Juruselamat dunia, membawa damai, harapan, dan kasih bagi yang terabaikan.
Terang Allah menembus kegelapan—Seorang Anak dijanjikan dan lahir, Raja Damai yang kekal, membawa harapan, sukacita, dan pembebasan sejati.