Menemukan Kedamaian dalam Doa yang Tidak Terjawab
"Hai Ayah, ini aku. Aku menelepon untuk mengetahui apakah kau tahu apa yang kaulakukan 33 tahun yang lalu hari ini."
"Tidak, kurasa tidak."
"Kamu menatapku untuk pertama kalinya."
Opini, refleksi, dan pemikiran seputar kehidupan doa serta kerohanian, yang mengajak Anda melihat doa secara relevan dalam konteks hidup dan pelayanan masa kini.
"Hai Ayah, ini aku. Aku menelepon untuk mengetahui apakah kau tahu apa yang kaulakukan 33 tahun yang lalu hari ini."
"Tidak, kurasa tidak."
"Kamu menatapku untuk pertama kalinya."
Semua orang tahu bahwa kita harus berdoa untuk gereja kita, tetapi banyak orang tidak memahami pentingnya hal itu. Berdoa untuk gereja lokal kita penting karena salah satu target utama musuh adalah Gereja Kristus. Jika dia dapat mengatur untuk menghalangi kesaksian orang percaya atau jemaat orang percaya, dia dapat mengalihkan kita dari hal-hal tentang Allah. Gereja lokal Perjanjian Baru didorong untuk berdoa tanpa henti. Ada banyak kekuatan dalam menyerahkan satu sama lain dalam doa.
Sebagai murid-murid Yesus, haruskah kita secara teratur berdoa bagi bangsa kita? Dalam 1 Timotius 2:1-4, Rasul Paulus menganjurkan doa bersama di gereja bagi para pemimpin negara.
Demi kemerdekaan, Kristus telah membebaskan kita. Karena itu, berdirilah teguh dan jangan lagi mau dibebani dengan kuk perbudakan.
Tidak berdoa pada dasarnya bukanlah masalah disiplin. Pada dasarnya ini adalah masalah iman.
Jika Anda seperti kebanyakan orang, tahun 2021 mungkin tidak berjalan seperti yang diharapkan. Banyak orang memasuki tahun 2021 dengan menyatakannya sebagai tahun visi. Ini adalah tahun visi, saya hanya tidak yakin orang benar-benar menyukai apa yang mereka lihat. Jika Anda seperti kebanyakan orang, Anda mungkin benar-benar menginginkan tahun ini segera berakhir dengan harapan tahun depan lebih baik daripada tahun ini.
Beberapa tahun yang lalu, editor sebuah perusahaan penerbitan meminta saya untuk menulis sebuah buku tentang doa. Tema ini adalah tema yang sangat penting. Penerbit itu sudah sangat terkenal. Sejujurnya, saya merasa tersanjung. Namun, dalam sebuah kejujuran yang dikirim dari surga, saya berkata kepadanya bahwa penulis buku seperti itu haruslah seorang penulis yang lebih tua dan lebih berpengalaman (belum lagi, sayangnya, lebih berdoa) daripada saya. Saya menyebutkan satu nama dan kemudian nama lainnya. Reaksi saya tampaknya mendorongnya untuk jujur juga.
"Tidak ada yang lebih mendesak daripada keselamatan bangsa-bangsa dan orang banyak yang sedang berjalan menuju kematian kekal tanpa Kristus. Saya telah melihat agenda-agenda manusia: begitu banyak dan beragam, dan semua agenda itu sangat penting bagi mereka, tetapi hanya ada satu agenda yang paling penting bagi Allah; bangsa-bangsa. Saya langsung menyadari bahwa seluruh tugas Allah Tritunggal yang mulia sepenuhnya dan seluruhnya dikhususkan untuk satu tujuan tertinggi, yang demi tujuan itu Yesus telah dengan rela memberikan hidup-Nya.
Berdoa secara PribadiPerjanjian Baru sering mengajak kita untuk berdoa. Yesus mengharapkan umat-Nya untuk berdoa dan bahkan memberi mereka contoh pola dalam berdoa (Mat. 6:5-13). Paulus mendorong orang Kristen untuk berdoa "setiap waktu" (Ef. 6:18) dan bahkan memerintahkan agar kita berdoa "tanpa henti" (1Tes. 5:17).