Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Doa

Bertumbuh Melalui Pelayanan Doa Mahasiswa

Oleh: Hilda

Pertama-tama saya ingin bersyukur terlebih dahulu karena diberi kesempatan untuk berbagi cerita dengan Anda semua tentang pengalaman saya dalam pelayanan doa. Mungkin cerita saya tidak terlalu spesial, tetapi kiranya pengalaman ini bisa menjadi berkat dan menginspirasi Anda semua untuk semakin bersemangat dalam doa.

Doa bukan hanya menjadi napas bagi orang percaya, tetapi juga napas untuk pelayanan.

FacebookTwitterWhatsAppTelegram

Awalnya saya adalah seseorang yang sangat anti dalam hal berdoa. Akan tetapi, bukan berarti saya tidak pernah berdoa. Hanya saja saya tidak menikmati waktu-waktu tersebut sehingga saya menjadi jarang berdoa. Meskipun saya berdoa, saya pasti berdoa dengan sangat cepat. Itulah mengapa ketika saya terjun dalam pelayanan kampus, saya selalu menolak ketika ditugaskan menjadi pemimpin doa.

Saya sangat bersyukur atas rencana Tuhan yang menempatkan saya dalam pelayanan mahasiswa yang di dalamnya saya boleh bertumbuh secara rohani dan mengenal Dia. Saya mulai menyadari pentingnya doa dalam kehidupan orang percaya dan bagaimana doa itu menjadi bentuk bahwa Allah hadir dalam setiap rencana yang kami kerjakan. Pada awalnya, saya masih tetap menolak ketika ditugaskan memimpin doa. Namun, bukannya terbebas dari pelayanan tersebut, saya justru dipilih untuk menjadi penanggung jawab pelayanan doa dalam kampus.

Doa

Saat itu saya sangat kecewa dan berniat untuk meninggalkan pelayanan. Namun, melalui orang-orang di sekitar saya, Tuhan menjamah hati saya dan meyakinkan saya bahwa ada rencana besar yang telah Dia persiapkan dalam hidup saya melalui pelayanan tersebut. Lambat laun saya pun menerima jabatan itu dan berusaha sebaik mungkin untuk mengerjakan pelayanan tersebut. Pemikiran saya yang awalnya menganggap doa sebagai hal yang menyita waktu dan tidak praktis karena tidak terlihat langsung dampaknya -- tidak seperti pelayanan penjangkauan maupun pelayanan pemuridan, diubahkan Allah. Melalui pelayanan ini, saya diajarkan untuk lebih peduli dan memberi perhatian dengan sekitar saya. Ketika saya sedang menyusun pokok doa, saya mulai menyadari banyak sekali hal yang perlu adanya keterlibatan Tuhan di dalamnya, mulai dari banyaknya jiwa yang perlu dijangkau, bagaimana kami para pelayan harus menjangkau mereka. Saya juga mulai melihat masalah-masalah yang dialami oleh para pelayan seperti kesulitan keuangan, perkuliahan, kesehatan, dan bahkan hubungan pribadi mereka dengan Allah.

Tanpa sadar saya jatuh cinta dengan pelayanan ini. Saya menyadari bahwa pelayanan doa sangatlah penting karena pelayanan inilah yang mem-backup pelayanan-pelayanan lainnya. Meskipun banyak hal yang telah kami lakukan untuk menjangkau jiwa, semuanya tidak akan berhasil jika Tuhan tidak dilibatkan di dalamnya. Meskipun kami sudah berusaha memuridkan banyak orang, semuanya akan terasa berat dan sulit jika kami tidak melibatkan Tuhan. Doa bukan hanya menjadi napas bagi orang percaya, tetapi juga napas untuk pelayanan.

Meskipun kini saya sudah tidak berada di dalam pelayanan kampus lagi, tetapi saya sangat bersyukur saya pernah terlibat di dalamnya, khususnya dalam pelayanan doa. Kini doa tidak menjadi beban dalam hidup saya melainkan waktu yang paling spesial dan saya nikmati karena di dalamnya saya boleh berbincang-bincang dengan Tuhan.

Demikianlah cerita saya. Kiranya bisa menjadi motivasi bagi Anda untuk lebih melibatkan Allah dalam segala hal dan menikmati waktu-waktu doa itu. To God be The Glory!

Komentar