Akan membuka halaman baru
Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Doa
Suatu waktu, ada seekor rajawali dewasa yang sedang terbang, dan dari bawah sana ada rajawali kecil yang sedang berkumpul bersama sejumlah anak ayam dan induknya. Rajawali kecil itu melihat ke langit, lalu dengan sedih ia berkata dalam hatinya, "Andaikan aku bisa seperti dia. Terbang tinggi menjulang ke langit. Wah, burung yang gagah, sayapnya sangat lebar". Kemudian ada seekor anak ayam berkata, "Hai, tubuh kamu kok mirip burung yang di atas sana, ya?" Tubuh kamu lain lho dari kami". "Ah, biarin, yang penting aku tetap anak ayam," balas rajawali kecil. Menyadari hal ini, maka anak ayam tadi mulai menjauhi rajawali kecil. Rajawali kecil jadi sedih, ketika tahu dirinya tidak di sukai saudara-saudaranya. Sepanjang hari hatinya sedih, sambil meratap ia berkata, "Mengapa aku tidak semujur dia?" ... selengkapnya »
"Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di surga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya." (Lukas 11:13) ... selengkapnya »
Penjangkauan sesama membuat hidup kita menjadi berarti. Kenyataan membuktikan bahwa semakin kita banyak memberi dan berbagi, semakin kita banyak menerima dan mendapat balasannya. Ketika kita mengasihi dan melayani dengan berbuat baik kepada sesama, segala kebajikan dan hal-hal yang baik akan mendatangi kita. Tetapi, kita mungkin akan berpikir sejenak, bagaimana dalam kondisi sulit seperti sekarang kita masih bisa bermurah hati dan rela berkurban? ... selengkapnya »
"... Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini .... " (Markus 16:6)
Jikalau Anda telah membaca keseluruhan Injil Markus, Anda akan merasakan kepentingan Markus menuliskan kitabnya, bahwa ia seakan-akan hanya ingin memaparkan fakta-fakta penting yang harus diketahui oleh pembacanya. Karena itu, tidak tampak adanya usaha untuk menyampaikannya secara menarik dan persuasif, apalagi bombastis, seperti layaknya para reporter zaman sekarang, yang menghendaki beritanya dibaca oleh banyak orang. Sebagian besar tulisan Markus bernada datar, jujur, dan apa adanya. ... selengkapnya »
"Dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus." (Kolose 1:20)
Korsase, kamera, dompet, dan jaket! Ya, kami berangkat untuk menghadiri pesta penghargaan yang istimewa -- malam yang mengesankan. Mengesankan karena kami melupakan satu benda kecil -- kunci! Tidak ada yang lebih mengesankan dari memanjat jendela tinggi dengan mengenakan pakaian pesta. ... selengkapnya »
"Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: `Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa,` dan di antara mereka akulah yang paling berdosa." (1 Timotius 1:15)
Thomas Bileny, yang mati sebagai martir pada tahun 1531, menggambarkan pengalaman keselamatannya. ... selengkapnya »
Dalam pengertian yang sangat riil, kita dapat meringkas karya Yesus di dunia dalam satu kata -- kemenangan. Dia menderita di Getsemani untuk mengalahkan kegelapan yang kita timbulkan sendiri. ... selengkapnya »
Pandanglah ke atas dan lihatlah Allah yang besar di atas takhta. Dia adalah Kasih. Tiada henti dan tak terkatakan betapa Dia ingin menyatakan kebaikan dan berkat-Nya bagi semua ciptaan-Nya. Dia rindu dan selalu senang memberkati. Dia memunyai tujuan-tujuan yang mulia bagi setiap anak-Nya, yaitu untuk menyatakan kasih dan kuasa-Nya di dalam mereka, melalui kuasa Roh Kudus. Dia menunggu dengan kerinduan hati seorang Bapa. Dia menanti-nanti, agar dapat menunjukkan kemurahan hati-Nya kepada Anda. ... selengkapnya »
Pada saat mulai belajar "menanti-nantikan Allah", hati kita cenderung terarah pada berkat yang kita nantikan. Oleh kemurahan-Nya, Allah memakai kebutuhan dan keinginan kita sebagai perantara, untuk mengajar kita sesuatu yang lebih tinggi dari yang telah kita pikirkan. Kita mencari-cari berkat; sedangkan Dia, sang Pemberi berkat menanti-nanti kesempatan untuk dapat memberi diri-Nya dan memuaskan jiwa kita dengan kebaikan-Nya. ... selengkapnya »
Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. (Amsal 4:23)
Ketika seseorang menjadi dingin, acuh tak acuh, dan ceroboh, hal yang pertama kali terganggu adalah kesetiaannya. ... selengkapnya »