Berdoa untuk Bangsa
Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu. (Yeremia 29:7)
Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu. (Yeremia 29:7)
Bacaan : Efesus 6:10-18
Saat menyeberangi Lautan Atlantik dengan sebuah kapal beberapa tahun lalu, seorang penulis sekaligus guru Alkitab bernama F. B. Meyer diminta untuk berkhotbah kepada para penumpang. Seorang agnostik [orang yang tidak peduli akan adanya Allah] mendengarkan khotbah Meyer mengenai doa yang dijawab,
Biasanya ketika seseorang berbicara mengenai kasih Kristus, segera pembicaraan itu akan diarahkan kepada karya salib. Karena di kayu salib itulah kasih Allah dinyatakan secara luar biasa dengan menyerahkan Anak Tunggal-Nya sebagai kurban untuk pengampunan dosa manusia. Di kayu salib itu pun Anak Allah karena kasih-Nya rela tunduk dan taat kepada kehendak Bapa untuk menumpahkan darah-Nya, memecah-mecahkan tubuh-Nya, dan menyerahkan nyawa-Nya demi keselamatan manusia.
Bacaan : Roma 8:26,27
Alkitab menyatakan kepada kita bahwa Allah mengetahui setiap pikiran dan perkataan di lidah kita (Mazmur 139:1-4). Maka, ketika kita tidak tahu apa yang perlu didoakan, Roh Kudus "berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan" (Roma 8:26).
Sebuah beban adalah perasaan yang sedang dirasakan Allah dan, seperti doa, diberikan ke dalam hati kita melalui Yesus, oleh Roh Kudus. Kemudian, kita mengembalikannya kepada Allah yang Mahakuasa oleh Roh Kudus, melalui Yesus dan diterima dan dijawab oleh Bapa, atau dengan kata lain mengambil beban itu.