Berbicara Kembali kepada Allah
Bagaimana Janji-Nya Mengilhami Doa Kita
Ini adalah salah satu momen yang paling berani, dan menakjubkan, dalam seluruh Kitab Suci.
Bagaimana Janji-Nya Mengilhami Doa Kita
Ini adalah salah satu momen yang paling berani, dan menakjubkan, dalam seluruh Kitab Suci.
Bacaan : Lukas 11:1-10
Biasanya, dari seorang tokoh kita meminta nasihat terbaik yang bisa diberikannya berdasarkan bidang yang dikuasainya. Ketika berhadapan dengan seorang bankir yang sukses, kita akan bertanya bagaimana caranya menginvestasikan uang dengan bijak.
Landasan firman Tuhan: Filipi 2:5
Paulus menulis ini pada rekan sekerjanya, Timotius, tentang sifat yang harus kita miliki di dalam Kristus Yesus. Ia berkata, "Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban." (2 Timotius 1:7) Lukas menggambarkan Yesus ketika masih kecil "makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia." (Lukas 2:52)
Ditulis oleh: N. Risanti
Dalam sebuah lagu berbahasa Inggris berjudul "Count Your Blessings", terdapat lirik sebagai berikut: "If I am weary, I can't sleep, I count my blessings instead of sheep ... and I'll fall asleep, counting my blessings." (Jika saya khawatir dan tidak dapat tidur, saya menghitung berkat saya dan bukan menghitung domba, lalu saya akan tertidur ketika menghitung berkat saya - Red.). Yah, lebih sering kita memikirkan hal-hal yang lain: hal-hal yang tidak atau belum dapat kita raih, hal-hal duniawi, berbagai keinginan atau hasrat untuk kepuasan diri, atau hanya terjebak memikirkan situasi dan kondisi yang sedang terjadi.
"Tuhan semesta alam, jika sungguh-sungguh Engkau memperhatikan sengsara hamba-Mu ini dan mengingat kepadaku dan tidak melupakan hamba-Mu ini, tetapi memberikan kepada hamba-Mu ini seorang anak laki-laki, maka aku akan memberikan dia kepada Tuhan untuk seumur hidupnya dan pisau cukur tidak akan menyentuh kepalanya." (1 Samuel 1:11)
Tujuan doa adalah agar kita dapat lebih dekat dengan Allah. Pada saat kita berkata kepada Allah tentang permintaan maaf atas dosa- dosa kita, mengucapkan syukur atas segala yang telah diperbuat Allah dan mengajukan permohonan pertolongan kepada Allah, Allah mulai mengubah kita. Allah mulai mengubah pikiran-pikiran dan kemauan- kemauan kita, dan Dia akan memperlihatkan kepada kita apa yang Dia inginkan untuk kita lakukan. Kita akan menjadi lebih mengasihi dan melihat hal-hal dari sudut pandang Allah. Demikian juga, doa memberi kita suatu kesempatan untuk mengatakan, "Kehendak-Mu jadilah". Inilah jalan bagi kita untuk bekerja sama dengan Allah dalam mengubah dunia.