Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Doa

Artikel Doa

Jemaat Berdoa

  1. Berdoa, Hal yang Wajar di dalam Kehidupan Jemaat

    Berdoa dilakukan semua orang beragama. Berdoa adalah hal yang paling umum di dalam kehidupan jemaat. Namun, tidak dapat disangkal bahwa semakin banyak juga pertanyaan diajukan sekitar hal berdoa itu. Orang bertanya: Mengapa sebenarnya kita berdoa? Apa yang kita lakukan apabila kita berdoa? Apa gunanya kita berdoa? Kepada siapa kita berdoa? Benarkah berdoa itu berbicara dengan Allah? Tidakkah kita berbicara sendiri dalam doa? Dan masih banyak lagi pertanyaan yang dikemukakan orang. Kadang-kadang sekadar bertanya-tanya saja, tetapi tidak jarang pula ada orang yang bertanya dengan sungguh-sungguh. Dan semua pertanyaan yang dikemukakan dengan sungguh-sungguh dan dengan jujur, selalu meminta jawaban.

Penting atau Fundamentalkah Doa Itu?

Untuk pertanyaan di atas, saya yakin kebanyakan dari kita akan menjawab bahwa doa itu fundamental. Doa bukan hanya sebuah kenikmatan rohani -- suatu kesalehan untuk menekankan rutinitas religius kita. Doa adalah hubungan kita dengan Bapa.  ... selengkapnya »

Doa

Kita dapat berbicara kepada Allah. Allah berbicara secara verbal kepada kita melalui firman-Nya dan nonverbal melalui pemeliharaan-Nya yang nyata. Kita bersekutu dengan Dia melalui doa. Charles Hodge menyatakan bahwa "doa merupakan persekutuan jiwa dengan Allah". Di dalam dan melalui doa, kita mengekspresikan penghormatan kita dan pemujaan kita kepada Allah; kita menelanjangi jiwa kita dalam pengakuan yang tulus di hadapan Dia; kita mencurahkan pengucapan terima kasih dengan hati yang bersyukur; dan kita mengajukan permohonan-permohonan kita kepada-Nya.  ... selengkapnya »

Suara Profetik - Perkataan Allah untuk Kemenangan Anda

Sunyi senyap mewarnai suasana hari itu. Terasa seperti kota mati tanpa penghuni! Para pedagang menutup toko mereka walaupun hari belum berakhir. Anak-anak sekolah enggan untuk bermain di taman kota seperti biasanya. Burung-burung menyimpan nyanyian mereka seolah turut menyatakan keprihatinan mereka. Hanya bunyi gesekan dedaunan yang ditiup angin yang terdengar di halaman Rumah Tuhan saat itu. Tidak seorang pun berani membuka suara mereka setelah raja Yosafat menaikkan doanya mewakili seluruh Yehuda yang berdiri di hadapan TUHAN, juga segenap keluarga mereka dengan istri dan anak-anak mereka saat itu. Satu menit berlalu dalam kebisuan, dua menit... tiga menit... seolah lama... sekali. Tiba-tiba di tengah keheningan Yahaziel bin Zakharia bin Benaya bin Matanya, seorang Lewi dari bani Asaf, dihinggapi Roh TUHAN di tengah-tengah jemaah, dan berseru:  ... selengkapnya »

Komentar