Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Doa

Loading

Asal-Usul Supranatural Kelahiran Yesus

Buku karya Alex Haley, "Roots" (Asal-Usul), menyentuh saraf setiap orang yang menyaksikannya, bukan hanya bagi orang-orang kulit hitam Amerika, karena semua orang ingin mengetahui warisan mereka. Tetapi, tidak satu pun keturunan yang dapat disamakan dengan asal-usul Yesus.

Alkitab menyatakan bahwa ibu Yesus mengandung hanya karena campur tangan Roh Kudus, tanpa keterlibatan laki-laki. Tidak terjadi kontak seksual sebelum pembuahan atau persalinan itu karena Yusuf "tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki" (Matius 1:25). Ini mengisyaratkan tidak adanya kesatuan fisik antara Allah dan Maria, atau pembuahan dan persalinan yang tidak lazim, yang ditemukan dalam mitologi kuno.

Orang-orang skeptis memasukkan literatur kafir sebagai sumber narasi Alkitab mengenai kelahiran dari anak dara. Tetapi, mitos-mitos kafir itu tidak memiliki uraian terperinci, penanggalan historis, dan silsilah yang disediakan Perjanjian Baru (Matius 1-2; Lukas 1-3). Sebagai contoh, cerita-cerita mengenai kelahiran Buddhis, orang-orang Persia, dan orang-orang Babilonia, terjadi di dalam mimpi-mimpi atau bahkan sama sekali tidak menyebutkan kelahiran dari anak dara. Di luar kelahiran pribadi "manusia-super", mitos-mitos kafir itu berisi cerita-cerita yang tidak mirip dengan kisah-kisah Alkitab. Dan sangat tidak mungkin bahwa penulis-penulis Kristen, terutama Lukas yang sangat mengklaim riset historisnya yang teliti (Lukas 1:3), kemungkinan meminjam dari sumber-sumber yang tidak meyakinkan itu.

Fakta-fakta lain menunjukkan validitas kelahiran dari anak dara ini. Pertama, sifat tradisi Ibrani pada kedua laporan ini (Matius 1:18-25 dan Lukas 1:26-38) menunjukkan asal-usul penanggalan awal cerita itu, sebelum pengaruh orang-orang kafir dapat terserap dalam catatan itu. Kedua, rekayasa terhadap fakta-fakta itu terbukti akan sulit dilakukan tatkala Maria masih hidup dan dapat menyanggah jika terdapat kesalahan-kesalahan.

Kita seharusnya tidak terkejut seandainya kitab-kitab Perjanjian Baru lainnya sedikit membicarakan kelahiran dari anak dara. Pesan utama kitab-kitab itu adalah kematian dan kebangkitan-Nya, dan bukan asal-usul-Nya, yang secara alami hanya sesuai pada narasi kelahiran-Nya. Dan orang-orang Kristen mula-mula kemungkinan telah menghentikan diskusi umum mengenai persoalan Maria ini. Karena kelahiran dari anak dara ini sesuai dengan cerita-cerita mengenai keajaiban Yesus dan kebangkitan-Nya, apakah aneh bahwa asal-usul-Nya di bumi bersifat supranatural? Bukankah justru lebih tidak lazim seandainya pelaku mukjizat yang kembali dari kematian ternyata dikandung dengan cara yang lazim?

Keraguan mengenai kelahiran dari anak dara membukakan isu yang lebih dalam -- kemungkinan terjadinya mukjizat. Jika seseorang mengakui bahwa hal-hal ini dapat terjadi, maka kelahiran dari anak dara bukannya tidak terbayangkan -- kelahiran dari anak dara dan kebangkitan-Nya sama-sama merupakan mukjizat. Pemikiran yang sebaliknya tidak membantah kelahiran dari anak dara seperti mengakui sebuah bias melawan kemungkinan segala mukjizat, dan menerima tantangan keberadaan atau kuasa Allah. Jikalau Allah ada, tidak dapatkah Ia melakukan mukjizat? Jikalau Ia menciptakan dunia, tidak dapatkah Ia mengutus anak-Nya ke dalam dunia melalui rahim seorang anak dara?

Doktrin penting ini merupakan pokok sentral keselamatan kita. Doktrin ini menggambarkan bahwa keselamatan berasal dari anugerah Allah, dan bukan karena usaha kita. Allah menghadirkan seorang Juru Selamat yang bersifat ilahi sekaligus insani ke dalam dunia dengan cara-Nya, tetapi bukan "di dalam Adam" (Galatia 4:4; 1 Korintus 15:22). Kelahiran dari anak dara juga merupakan indikator kekristenan yang murni. Orang-orang yang menolaknya biasanya menolak ketuhanan Kristus, karya penebusan-Nya di kayu salib, keselamatan hanya melalui iman, dan kepastian inspirasi serta otoritas Alkitab. Penghilangan keunikan doktrin Kristen mengenai "asal usul supranatural" (supernatural roots) Yesus, berarti menghilangkan perbedaan kecil di antara kekristenan dan agama-agama manusia.

Diambil dan disunting seperlunya dari:

Judul buku : 5 Menit Teologi
Penulis : Dr. Rick Cornish
Penerbit : Pionir Jaya dan NavPress Indonesia, Bandung 2007
Halaman : 183 -- 185

Dipublikasikan di: http://wanita.sabda.org/kelahiran_dari_anak_dara_asal_usul_supranatural

Komentar