Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Doa

Bagaimana Melindungi Anak Anda dalam Doa

Kita hidup di masa yang sukar. Setelah sekolah hari ini, saya bersyukur kepada Tuhan karena Cheyenne dan Elia bisa pulang. Sayangnya, banyak orang tua kehilangan anak-anak mereka dengan cara yang tragis, seperti kanker, kecelakaan mobil, atau kejadian seperti penembakan di sekolah Sandy Hook (peristiwa penembakan massal oleh seorang anak di sekolah Sandy Hook di Amerika -- Red.). Mereka akan selamanya menunggu anak-anak itu berjalan melalui pintu depan mereka.

Ketika Anda dan saya menyaksikan berita, kita menangis, kita berteriak marah, dan kemudian kita bertanya-tanya, "Bagaimana kita bisa melindungi anak-anak kita dari sesuatu seperti ini?" Kita bertanya-tanya apakah aman untuk mengirim anak-anak kita keluar dari pintu depan. Kita mempertanyakan apakah dunia sedang hancur berantakan. Dan, tidak ada yang lebih menakutkan daripada kesadaran bahwa kita tidak dapat melindungi mereka dari kehidupan.

Sementara kita tidak bisa menyembunyikan anak-anak kita menjauh dari dunia, kita dapat proaktif dalam menjaga mereka. Kita bisa melindungi mereka dengan cara yang jauh lebih hebat daripada membungkus mereka dalam gelembung plastik atau mengunci mereka di kamar mereka selama sisa hidup mereka. Anda dan saya bisa berdoa. Kita bisa berdoa bagi anak-anak kita, berdoa memohon kebijaksanaan, perlindungan, kedamaian, dan kekuatan. Penulis Mark Batterson menulis, "Jika Anda menetapkan untuk melingkupi anak-anak Anda dalam doa, Anda akan membentuk nasib mereka ... doa-doa Anda akan hidup dalam hidup mereka, bahkan lama setelah Anda tiada." Bahkan, inilah panggilan Yesus untuk kita lakukan karena dia mendengar doa-doa kita dan berdoa atas nama kita di hadapan Allah.

Adalah menenangkan untuk mengetahui bahwa di mana pun kita berkumpul dan berdoa, Yesus berada di tengah-tengah kita: "... Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka." (Matius 18:19-20)

Dengan demikian, ingatlah bahwa kita tidak berjuang melawan darah dan daging, sebagaimana Efesus 6:10-18 memberi tahu kita:

"Hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus."

Teladan

Percaya atau tidak, kitab Daniel sejajar dengan masyarakat modern kita. Ditangkap dan dibawa sebagai budak, Daniel waktu itu kira-kira berusia antara 13 dan 17 tahun. Hanya dalam satu hari, ia kehilangan negaranya, kebebasannya, dan keluarganya, dan ia dikelilingi oleh dunia yang berbahaya dan memikat hati. Meskipun tembok kota Babel telah runtuh, cara hidupnya belum. Bagi kita yang bertanya-tanya bagaimana membesarkan anak-anak yang saleh dan tetap melindungi ketidakbersalahan mereka, Daniel adalah contoh yang baik. Kita bisa membandingkan karena orang tuanya menanamkan nilai-nilai Allah ke dalam karakter anak mereka sebelum ia dibawa ke dalam perbudakan.

Ketika Daniel dikelilingi oleh budaya jahat yang menghancurkan budaya itu sendiri, ia tidak menjadi korban rayuan karena ia sudah memiliki hubungan yang kuat dengan Allah dan tahu bahwa hidupnya berada di tangan Tuhan. Daniel berdoa memohon perlindungan, kebijaksanaan, dan arahan, sambil mencari kehendak Allah. Dia tahu ada kekuatan dalam doa-doanya. Kita juga dapat menemukan kekuatan dalam doa untuk anak-anak kita.

Bagaimana Berdoa untuk Anak Anda?

Doa-doa Anda adalah senjata terkuat yang Anda miliki untuk melindungi dan membesarkan seorang anak yang saleh. Selama bertahun-tahun, saya telah menggunakan Alkitab dan berdoa untuk anak-anak saya dalam segala situasi. Saya berdoa memohon kekuatan, kasih sayang, kebaikan, hikmat, dan perlindungan. Alkitab berkata dalam Ibrani 4:12, "Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita." Ini berarti firman Allah hidup dan bernapas.

Doa-doa berikut diambil dari Kitab Suci yang memengaruhi hati saya sebagai ibu. Saya cukup memasukkan nama anak-anak saya di dalamnya ketika saya berdoa. Saya sering berdoa, setiap kali anak-anak saya terlintas di pikiran. Saya berdoa untuk mereka ketika saya melipat kaus kaki, ketika saya mengantar mereka ke sekolah, dan kadang-kadang saat larut malam. Saya masuk ke kamar mereka dan berdoa untuk mereka sementara mereka terlelap. Bahkan, ketika saya memakai waktu merenungkan firman Allah, jika teringat sebuah ayat Alkitab, saya menggunakannya untuk mendoakan anak-anak saya.

Berdasarkan Efesus 6:10-18

Allah Bapa, saya mengundang Engkau ke keluarga saya dan meminta Roh-Mu mengurapi anak-anak saya. Ketika saya mengantar mereka keluar ke dunia hari ini, saya berdoa agar mereka dilengkapi dengan kaki yang siap untuk perdamaian, agar sabuk kebenaran dengan rapat dikenakan, dengan tutup dada kebenaran untuk membantu mereka melakukan hal yang benar di mata-Mu. Bapa, saya memohon agar anak-anak saya dilindungi di dalam baju besi mereka dengan perisai iman, tolong anak-anak saya menangkal nyala panah musuh, dan agar mereka bisa memiliki iman kepada Yang tak terlihat, yaitu Engkau. Tuhan. Saya berdoa memohon pagar perlindungan di sekitar anak-anak saya ketika mereka berada di dunia saat ini. Kiranya kehadiran-Mu membimbing mereka, dan malaikat prajurit-Mu berperang untuk mereka. Dalam nama Yesus saya berdoa, amin.

Berdasarkan Efesus 6:18-19

Saya berdoa dalam nama-Mu, memohon supaya ketika anak-anak saya membuka mulut mereka, mereka dengan berani dan tanpa rasa takut memberitakan rahasia Injil dan mereka akan dilindungi oleh baju zirah-Mu karena mereka bersaksi bagi-Mu saat ini.

Berdasarkan Yesaya 44:3

Tuhan, firman-Mu mengatakan Engkau menuangkan air untuk memuaskan rasa haus saya, dan untuk mengairi lahan yang kering, dan bahwa Engkau akan mencurahkan Roh-Mu atas keturunan saya, dan berkat-Mu pada anak-anak saya. Saya meminta kiranya Engkau mencurahkan Roh-Mu atas sekolah ini dan siswa-siswanya. Puaskanlah kehausan mereka akan Engkau dan berilah mereka keinginan untuk memuaskan kehausan mereka terus-menerus di dalam Engkau. Lindungilah mereka dengan tangan-Mu hari ini.

Berdasarkan Mazmur 140:1-5

Lindungilah kami, ya Allah Bapa. Jauhkan anak-anak saya dari para penindas, yang merencanakan hal-hal yang jahat di dalam hati mereka dan yang membangkitkan perang terus-menerus. Mereka membuat lidah mereka menyengat seperti ular, dan di bawah bibir mereka adalah racun ular beludak. Berilah kami kecerdasan menghadapi orang-orang yang tidak mengenal-Mu ini. Allah Bapa, kami meminta agar Engkau menjaga kami dari tangan orang fasik dan dari orang-orang yang berencana menjerat anak-anak saya dalam jaring mereka. Saya berdoa memohon perlindungan-Mu atas anak-anak saya. Dalam nama Yesus, amin.

Berdasarkan Mazmur 91:9-16

Allah Bapa, kami menjadikan-Mu tempat kami berdiam, Yang Mahatinggi, yang adalah tempat perlindungan kami. Saya percaya bahwa karena perlindungan-Mu, maka tidak ada kejahatan yang diizinkan menimpa saya dan anak-anak saya, tidak ada wabah yang bisa datang mendekati keluarga saya. Karena Engkau akan memerintahkan malaikat-malaikat atas kami untuk menjaga keluarga saya. Di tangan mereka, mereka akan menopang saya supaya kaki saya tidak terantuk batu. Saya akan menginjak singa dan ular; kami akan menginjak-injak singa muda dan ular. Sebagai seorang ibu dari anak-anak-Mu, saya bersandar pada janji-Mu: "Aku akan melepaskan orang-orang yang mengasihi-Ku, akan melindungi orang-orang yang percaya dalam nama-Ku. Ketika mereka memanggil Aku, akan Aku jawab, Aku akan menyertai mereka dalam kesulitan ... Aku akan menyelamatkan dan menghormati mereka. Aku akan menghadiahi mereka dengan umur panjang dan memberi mereka keselamatan-Ku." Amin.

Berdoa untuk Kamar Anak Anda atau Barang-Barangnya

Kadang-kadang, anak-anak saya mengalami mimpi buruk atau ketegangan tampak begitu tebal di rumah saya; ini adalah doa yang saya gunakan untuk "membersihkan rumah".

"Tuhan, saya persembahkan ruangan ini untuk-Mu. Kiranya kamar Elia menjadi tempat hadirat-Mu berdiam. Saya berdoa agar saat ia terlelap di tempat tidurnya, Engkau mengawasinya, melindungi pikirannya saat ia bermimpi. Saya berdoa dan mendedikasikan mainannya kepada-Mu, Tuhan. Biarkan mainannya menjadi pengingat tentang bagaimana Engkau memberi dan mengajarkan dia untuk tidak menjadi egois. Saya berdoa untuk lemari, Tuhan. Terima kasih untuk pakaiannya. Saat ia berpakaian sehari-hari, ubah pikirannya terhadap bagaimana ia memuliakan-Mu dalam semua yang dia lakukan -- termasuk bagaimana dia berpakaian. Saya mengundang Roh Kudus untuk tinggal di ruangan ini. Dalam nama Yesus, saya mengusir setiap kegelapan yang berusaha tinggal di sini; saya mengusir depresi, kecemasan, keraguan, kemarahan, pemberontakan, dan meminta terang-Mu berdiam di sini. Saya minta dalam nama Yesus agar tidak ada yang datang ke kamar Elia tanpa izin-Mu! Tuhan, Engkau adalah penguasa atas langit dan bumi, dan saya menyatakan bahwa Engkau adalah penguasa seluruh ruangan ini juga. Dalam nama-Mu, saya berdoa, Amin."

Dalam menghadapi masa-masa yang sulit, kita dapat yakin dalam doa-doa yang dinaikkan dengan sepenuh hati. Kita bisa mendoakan anak-anak kita untuk masa depan mereka, bukan hanya perlindungan atas mereka. Kita dapat mengelilingi anak-anak kita dengan doa untuk mendewasakan mereka di tangan Allah. (t/Jing Jing)

Diambil dan disunting dari:

Nama situs : Today's Christian Woman
Alamat URL : http://www.todayschristianwoman.com/articles/2013/august/how-to-cover-your-child
Judul asli artikel : How to Cover Your Child in Prayer, It's one of a parent's greatest ministrie
Penulis artikel : Heather Riggleman
Tanggal akses : 27 Januari 2014

Komentar