Ketika Enggan Berdoa

Berdoa bukanlah sekedar saran, melainkan perintah


Lukas 18: Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. (ayat 1)

Doa harus dilakukan secara rutin, bukan kadang-kadang


Mazmur 105: Carilah TUHAN dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu! (ayat 4)

Meminta dan menerima memberi rangsangan dan sukacita untuk berdoa


Yohanes 16: Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatu pun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu. (ayat 24)

Doa harus dinaikkan setiap saat


Efesus 6: Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus (ayat 18)

Hal pertama yang harus kita lakukan jika ada masalah: berdoa


Yakobus 5: Kalau ada seorang di antara kamu yang menderita, baiklah ia berdoa! (ayat 13)

Doa harus dinaikkan untuk semua orang


1Timotius 2: Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang (ayat 1)

Pengharapan hilang jika kita kehilangan hubungan dengan Allah


Mazmur 42: Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku! (ayat 6)

Suatu teladan yang perlu diikuti


Mazmur 142: Dengan nyaring aku berseru-seru kepada TUHAN, dengan nyaring aku memohon kepada TUHAN. Aku mencurahkan keluhanku ke hadapan-Nya, kesesakanku kuberitahukan ke hadapan-Nya. (ayat 2-3)

Ada banyak hambatan untuk berdoa. Beberapa orang mengatakan mereka tidak punya waktu untuk berdoa, tetapi mereka dengan mudah meluangkan waktu untuk kegiatan lain: membaca koran, nonton televisi, kegiatan santai, dan sebagainya. Anda perlu ingat, Kristus bahkan memakai waktu tidur-Nya untuk berdoa. Mereka yang tinggal di rumah yang padat mengatakan bahwa tidak ada tempat bagi mereka untuk berdoa. Tetapi sesungguhnya setiap orang dapat berjalan dengan Yesus dalam doa. Banyak hal yang bisa kita bicarakan dengan Tuhan di sepanjang jalan itu. Ada juga yang berdalih bahwa mereka tidak tahu apa yang harus didoakan. Jika demikian, buatlah daftar teman-teman dan sanak saudara yang perlu dihibur, mereka yang sakit, kebutuhan gereja Anda, kebutuhan anda sendiri dan sebagainya.
Hambatan yang paling utama untuk berdoa adalah keengganan. Orang tidak mau berdoa karena tidak merasa ingin berdoa. Tetapi, kita tidak boleh beranggapan bahwa doa yang efektif adalah doa yang timbul dari hati yang bersemangat dan penuh perasaan. Mereka yang telah memiliki kuasa yang besar dalam berdoa mengatakan bahwa gelombang perasaan itu hanya sesekali saja muncul pada waktu mereka bersyafaat. Mereka mengatakan bahwa kita harus belajar menjaga waktu pertemuan kita dengan Allah baik kita merasa suka ataupun tidak. Jika kita memiliki janji untuk bertemu dengan seseorang yang kita anggap penting, apakah kita akan membatalkannya sesaat sebelum waktu pertemuan itu hanya karena kita merasa enggan? Etika masyarakat akan mengatakan hal itu tidak sopan. Apakah kita akan bersikap lebih tidak sopan lagi terhadap Allah?
Para pendoa besar meyakinkan kita bahwa Allah akan melakukan hal-hal yang lebih besar lagi bersama kita jika kita berdoa dengan melawan keengganan itu dibandingkan jika kita berdoa dengan membawa keengganan itu. Keinginan untuk taat kepada-Nya memperdalam penyerahan diri kita; tekad untuk datang kepada Allah membuat komitmen kristiani kita makin membaja. Bukan perasaan melainkan iman sajalah yang membuat doa mujarab.

Ya Allah, aku menyadari aku tidak setia dengan membiarkan hambatan mengalahkan komitmenku dan dedikasiku kepada-Mu. Ampuni dosaku ini. Aku membuat komitmen baru dan berdoa agar Engkau memberikan kekuatan kepadaku untuk mengalahkan apa saja, terutama masalah keenggananku. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin.

Dipublikasikan di: http://lead.sabda.org/08/aug/2005/kepemimpinan_ketika_enggan_berdoa

Komentar