Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Doa

Loading

Mengajar Murid Berdoa

Kadang-kadang dianggap bahwa anak-anak dan orang yang baru bertobat tahu cara berdoa. Seringkali tidak demikian halnya. Pada waktu kita mendengarkan beberapa orang dewasa berdoa di depan umum, kita dengan cepat mengerti bahwa mereka tidak tahu cara berdoa dengan efektif di depan umum. Beberapa masalah doa yang umum adalah: kurangnya keseimbangan antara pujian dan permohonan doa, keprihatinan doa yang terbatas, hanya berdoa secara umum, terlalu banyak menggunakan ungkapan-ungkapan yang telah usang dalam doa.

MENGAJAR MURID YANG BELUM BERSEKOLAH BERDOA

Siapkanlah anak-anak untuk berdoa dengan menciptakan suasana yang tenang, dengan rasa kagum, dan hormat. Bantulah anak-anak itu untuk mengetahui bahwa berdoa adalah "bercakap-cakap kepada Allah". Terangkan bahwa kita melipat tangan, menutup mata, dan menundukkan kepala kita supaya kita memberikan perhatian kita semua kepada-Nya. Sangat penting bahwa semua pekerja ikut serta di dalam waktu berdoa sehingga anak-anak itu akan belajar menghormati dari pelajaran dan contoh.

Gurulah yang biasanya berdoa di kelas kanak-kanak. Akan tetapi, jangan lupa memakai kata-kata dan ungkapan-ungkapan yang berarti dan dimengerti oleh anak-anak. Pemimpin harus berdoa dengan anak-anak, bukan tentang mereka. Pemimpin itu harus berdoa dalam nada percakapan dan doa itu harus singkat, biasanya hanya mencakup satu pikiran. Dia harus bersiap sedia untuk kesempatan-kesempatan memimpin anak-anak itu dalam doa dan harus seringkali berdoa selama jam Sekolah Minggu.

Cara berdoa yang dapat dimengerti dengan mudah oleh anak-anak adalah pengucapan terima kasih dan permohonan, meminta sesuatu kepada Allah. Cara berdoa yang digunakan hendaknya meliputi doa yang spontan, nyanyian, dan koor doa, bersama dengan ayat-ayat doa yang pendek dalam Alkitab dan doa yang diucapkan bersama pemimpin. Pastikanlah bahwa anak-anak itu mengerti bahwa kita berdoa kepada "Bapa kita di Surga" dan bukan "bapa" jasmani.

MENGAJAR ANAK-ANAK YANG LEBIH BESAR UNTUK BERDOA

Kelas Pratama dan Madya harus belajar untuk mencantumkan 4 unsur doa yang pokok:

  1. Pemujaan -- Memuji Allah, karena kasih dan kuasa-Nya.
  2. Pengakuan -- Meminta pengampunan.
  3. Pengucapan syukur -- Atas apa yang telah dikerjakan Allah.
  4. Permohonan -- Memohon bagi diri sendiri dan bagi orang lain.

Anak Madya harus didorong untuk lebih banyak memuji Allah dalam doa dan berdoa bagi orang lain. Anak-anak yang lebih tua harus belajar memakai bermacam-macam cara berdoa, termasuk doa dalam hati, doa yang lisan, dan doa-doa yang tertulis. Mereka juga harus mengetahui 3 cara Allah menjawab doa kita: "Ya", "Tidak", dan "Tunggu"

Anak-anak Pratama dan Madya dapat mulai memimpin doa. Beranikan mereka untuk berdoa cukup keras sehingga kelompok itu dapat mendengar mereka. Tunjuklah anak yang disuruh untuk memimpin doa sebelum permintaan doa disebutkan, sehingga dia dapat mengingat keperluan-keperluan itu pada waktu dia berdoa. Janganlah memaksa seseorang untuk berdoa apabila dia tidak mau.

Mempelajari doa-doa yang ada di dalam Alkitab dapat bermanfaat bagi anak-anak yang lebih tua. Mereka juga dapat mempelajari unsur-unsur dan bentuk doa, sikap berdoa, dan seterusnya.

Bantulah anak-anak yang lebih besar untuk membiasakan diri berdoa sendiri setiap hari. Saudara boleh menyarankan mereka agar membuat catatan harian atau daftar doa dan pembacaan Alkitab. Ajarlah mereka bahwa mereka dapat berdoa di mana saja dan kapan saja, bahwa Allah senantiasa mendengar doa kita. Anak-anak yang lebih besar harus menjadi lebih matang dalam kehidupan doa mereka dan memperluas doa mereka untuk meliputi orang-orang yang di luar lingkungan keluarga, gereja, dan kenalannya sendiri.

KEANEKARAGAMAN

Ajarkanlah kepada anak-anak agar doa yang mereka naikkan meliputi unsur pemujaan, pengakuan, pengucapan syukur, dan permohonan yang seimbang. Juga, beranikan mereka untuk memakai beberapa cara berdoa yang berbeda, seperti doa-doa dari ayat Kitab Suci, doa yang disusun pribadi, doa tertulis, nyanyian dan koor doa, meditasi, dan doa dalam hati. Tentu saja bentuk doa yang paling umum, yaitu pernyataan yang spontan dari perasaan dan kebutuhan kita kepada Allah. Kadang-kadang adakanlah doa itu bergilir bersama kelas Saudara, dimana masing-masing orang menyebut doa yang terdiri dari satu atau dua kalimat.

Untuk membantu anak-anak berdoa dengan lebih khusus dan untuk memperluas lingkup doa mereka, Saudara boleh menyarankan mereka memakai daftar mingguan yang berikut ini.

HARI: BERDOA UNTUK:
SENIN Pendeta perintis dan penginjil
SELASA Ucapan syukur atas jawaban jawaban doa
RABU Pendeta dan para pekerja di Gereja
KAMIS Tugas dan pekerjaan perorangan untuk Allah
JUMAT Keluarga
SABTU Sesama orang percaya dan kawan-kawan
MINGGU Kebaktian di gereja dan agar jiwa-jiwa diselamatkan

Sekali lagi ingatlah bahwa tujuan daftar itu bukanlah untuk menciptakan tata cara yang tetap dan keras, tetapi untuk mencapai variasi yang lebih besar di dalam doa.

Selanjutnya untuk membantu murid-murid Saudara agar berdoa dengan lebih khusus, sarankan agar mereka menuliskan permintaan doa yang diberikan di gereja dan mendoakan orang tertentu dengan keperluannya yang tertentu. Mungkin mereka ingin mempunyai daftar doa, serta mendaftar keperluan doa dalam satu lajur dan membuat catatan di lajur lain tentang tanggalnya keperluan itu dipenuhi.

Judul buku : Buku Pintar Sekolah Minggu jilid 1
Judul artikel : Mengajar Murid Berdoa
Penerbit : Yayasan Penerbit Gandum Mas Malang, 1997
Halaman : 265 -- 267

Dipublikasikan: http://pepak.sabda.org/mengajar_murid_berdoa

Komentar