Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Doa

Prioritas

Elizabeth dilahirkan di Salisbury, Caroline Utara pada 1936. Hari Minggu siang, masa kanak-kanaknya banyak dihabiskan di ruang keluarga neneknya dengan memakan kue, meneguk es sari jeruk lemon, dan mendengar Ibu Cathey menceritakan kitab suci. "Ajaran Tuhan merupakan bagian hidupnya seperti layaknya ayam goreng dan bunga anyelir pada musim semi," kenangnya.

Dipercaya pasti sukses di sekolah menengah atas, Elizabeth membayangkan dirinya seperti Ibu Cathey yang selalu menempatkan Tuhan di tempat teratas dalam kehidupannya. Dia membayangkan menjadi direktur pendidikan Kristen, tetapi setelah lulus dari sekolah hukum Harvard pada 1965, dia berkiprah dalam karier pelayanan masyarakat, bidang yang didominasi oleh pria. Dengan kata-katanya sendiri, dia seumpama "magnet" bagi Washington D.C.

Berawal dari pekerjaan pemerintah pertamanya pada 1967, dia membantu pekerjaan administrasi lima presiden, mulai dari Lyndon B. Johson sampai George Bush. Dia menikah pada 1975 saat berusia 39 tahun. Dia masuk buku rekor sebagai satu wanita pertama yang ditunjuk sebagai pembantu administrasi Presiden Reagan, menjadi asisten presiden untuk hubungan masyarakat dari 1981 sampai 1983.

Namun, pada tahun 1982, Elizabeth yang sedang mencari jiwa menyadari bahwa kariernya menanjak menutupi hal yang lebih penting dalam hidupnya. "Hari Minggu telah menjadi hari kerja biasa" dan ini jauh dari tujuannya untuk menjadi mirip seperti Ibu Cathey.

"Saya punya Tuhan yang dikumpulkan dengan rapi dan disusun di dalam laci berkas kehidupan saya yang amat penuh," akunya di acara Sarapan Doa Nasional tahun 1988. "Jika Kristus seperti yang dikatakan-Nya, Penyelamat kita, sosok utama dalam semua sejarah, yang memberikan arti untuk prioritas dunia yang memusingkan dan memberi pertentangan, saya telah sadar bahwa Kristus tidak dapat dibagi. Adalah saatnya untuk mengajukan pengunduran diri saya, dan Tuhan akan menerima pengunduran diri itu."

Pada tahun 1983, kehidupan Elizabeth yang secara spiritual lebih seimbang mengantarkannya mencatat sejarah baru dengan jabatan Sekretaris Transportasi pada tahun 1983 dan menjadi anggota wanita pertama dalam kabinet Ronald Reagan.

Kemudian pada tahun 1989, dia menjadi anggota wanita pertama dalam kabinet George Bush dan menjabat sebagai Sekretaris Perburuhan. Catatan posisinya terus meningkat pada tahun 1991 ketika dia menjadi presiden wanita pertama Palang Merah Amerika setelah sang pendiri, Clara Barton. Pada hari pertama dalam payung Palang Merah Amerika, Elizabeth mengejutkan dunia dengan mengumumkan bahwa dia tidak akan menerima gaji pertamanya yang bernilai 200.000 dolar untuk menunjukkan solidaritasnya dengan sukarelawan organisasi.

Banyak orang berspekulasi bahwa Elizabeth yang dinominasikan sebagai salah satu dari tiga wanita paling dikagumi di dunia oleh majalah Gallup Poll 1989 akan menjadi kandidat presiden AS wanita pertama. Selain resume "utamanya" yang membuat orang kagum, prioritas Elizabeth tetap fokus. Hidup menurut Elizabeth adalah "hak", tanggung jawab, dan kendali yang dijalankan sesuai dengan panggilan yang jauh lebih tinggi, yaitu panggilan Tuhan."

Bagi Elizabeth, kunci untuk keseimbangan hidup didapat dengan menempatkan Tuhan di tempat pertama, menyatukan hatimu dengan hati-Nya, menyediakan waktu untuk duduk di kaki-Nya dan mendengarkan ketika Dia menuntun langkahmu. Menemukan semua dirimu di dalam Dia akan mengubah hidupmu.

Menyediakan waktu dengan Tuhan bukanlah anugerah yang kita berikan untuk Dia, tetapi merupakan anugerah yang Dia berikan untuk kita.

Pikirkanlah selalu bahwa Pencipta alam semesta sangat ingin menghabiskan waktu dengan Anda hanya antara Anda dan Dia. Dia siap untuk mendengar dan Dia ingin menawarkan dukungan, petunjuk, dan hiburan untuk jiwa.

Allah ingin Anda mempelajari seni menjadi seorang yang menyenangkan Dia dan melayani sesama dengan baik melebihi segala pekerjaan Anda. Allah menciptakan semua waktu yang Anda butuhkan.

Selalu Prioritaskan Aku dalam Hidupmu (LeAnn Weis (Heartlifters for Woman) dan BK

Hidup terlalu singkat untuk dihabiskan padahal mendesak ketika hal penting berlalu tanpa diperhatikan. (Heather Whitestone)

Dalam ketergesa-gesaan dan kesibukan, jangan tinggalkan hal terbaik dari kehidupan. Sediakan waktu untuk berdiam diri dan menyadari bahwa Aku adalah Tuhan. Ketika kamu memberi Aku prioritas pertama yang menjadi hak-Ku, kamu dapat mengandalkan Aku untuk mengurus semua kebutuhan-Mu. (Mazmur 46:10; Matius 6:33)

Diambil dari:

Judul sbuletin : Buletin Gereja Kristen Kalam Kudus Surakarta, edisi IV, Oktober, 2004
Penulis artikel : Tidak dicantumkan
Halaman : 3

Komentar