Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Doa

Loading

Membantu Anak Anda Mendengar Suara Tuhan dalam Doa

Bagikan iman Anda kepada anak-anak Anda dengan hal-hal sederhana yang dapat Anda lakukan setiap hari. (London Scout)

Bagi orang tua, kehidupan bergerak dengan kecepatan tinggi. Waktu merupakan esensi. Kita harus bekerja, mendidik, membersihkan, memasak, merencanakan untuk berkumpul, tetap sehat, menjadi relawan ... dan daftarnya akan terus ada. Meneladankan kepada anak-anak kita tentang bagaimana menjadi produktif dengan waktu adalah penting. Namun, sama pentingnya dengan hal itu, kita harus menjadi tidak tergesa-gesa dan menunjukkan kepada mereka bagaimana membangun hubungan dengan orang-orang dan, yang terpenting, dengan Allah.

Ketika putri saya yang penuh dengan rasa ingin tahu berusia 4,5 tahun, dia bertanya pada saya, "Bu, mengapa Allah tidak mau berbicara kepadaku? Aku berbicara kepada-Nya, tapi aku tidak mendengar Dia berbicara kepadaku." Sebagai orang tua, kata-katanya menjadi sebuah pukulan di hati saya. Itu bukan karena saya merasa Allah dengan sengaja tidak berbicara dengan gadis kecil saya, tetapi karena saya tahu hati kecilnya tidak bisa memahami mengapa seseorang yang dicintainya tidak berbicara padanya.

Saya menjelaskan bahwa kadang-kadang kita bisa mendengar Allah berbicara ketika kita membaca Alkitab, menyanyikan lagu-lagu, atau ketika kita berdoa. Saya menyebutkan bahwa ketika dia berbaring di malam hari, itu adalah kesempatan sempurna untuk berdiam dan memberitahu Allah bahwa dirinya mendengarkan. Tuhan ingin menghabiskan waktu dengan kita, dan kita harus membuka telinga kita untuk mendengar suara-Nya.

Itu adalah titik di mana saya ingin memohon kepada Allah untuk mengatakan sesuatu kepadanya, tetapi saya tahu bahwa itu adalah kesempatan pertumbuhan dalam perjalanan spiritualnya. Dia harus menemukan Allah untuk dirinya sendiri agar hubungan yang otentik dapat bertumbuh. Perjalanan iman saya hanya bisa membawanya sampai sejauh ini.

Beberapa minggu setelah percakapan itu, saat suami saya dan saya bersama-sama berbaring di tempat tidurnya, dia mengatakan kepada saya bahwa Allah telah berbicara kepadanya. Hati saya sangat gembira. Putri saya dengan bangga mengatakan, "Ibu, aku mendengar Allah, dan Dia berkata, 'Brooklyn, aku sangat mengasihimu.'"

Dia telah mengambil waktu untuk mendengarkan Allah dan menunggu-Nya untuk berbicara dengannya. Dia tidak hanya belajar untuk mendengar Allah, tetapi dia juga belajar bagaimana untuk menunjukkan kasih dengan menunggu.

Kita bisa mengajarkan kepada anak-anak kita, tidak peduli berapa pun usia mereka, untuk menyembah Allah dengan mendengarkan suara-Nya.

Bacalah Yohanes 10:27. Bicaralah dengan anak-anak Anda tentang fakta bahwa Allah mengenal mereka dan Firman-Nya menyatakan bahwa mereka dapat mendengar Dia berbicara. Berikut adalah beberapa cara yang berbeda bagi mereka untuk terhubung pada apa yang Tuhan katakan:

Ketika Anda membaca Alkitab dengan anak-anak Anda, tanyakan ayat apa yang menonjol bagi mereka. Allah berbicara kepada kita melalui Firman-Nya.
Nyanyikan/putar lagu-lagu penyembahan di dalam mobil. Mintalah anak-anak Anda untuk mendengarkan syairnya dan memikirkan tentang kebenaran-kebenaran apa yang dinyatakan Allah kepada mereka melalui musik.
Saat mereka bermain di luar, ajarkan mereka untuk menutup mata dan diam. Dia bisa berbicara ketika mereka berhenti beraktivitas dan menyatu dengan ciptaan-Nya.
Dorong anak Anda untuk memperhatikan apa yang dibicarakan oleh orang yang dapat dipercaya di sekitar mereka atas kehidupannya. Allah seringkali menggunakan orang Kristen lainnya untuk menyatakan kebenaran-Nya kepada kita.
Saat sedang doa tidur, ingatkan anak-anak Anda bahwa doa bisa menjadi percakapan dua arah. Saat mereka tenang, mereka dapat mendengarkan Allah menjawab mereka. (t/ N. Risanti)

Diterjemahkan dari:

Nama situs : Charisma Magazine
Alamat URL : http://www.charismamag.com/life/women/32158-helping-your-child-hear-god-s-voice-in-prayer
Judul asli artikel : Helping Your Child Hear God's Voice in Prayer
Penulis artikel : Lindsey Snider
Tanggal akses : 14 Maret 2017

Komentar