Mengajarkan Cara Berdoa kepada Anak
Ketika Ia mengajar murid-murid-Nya mengenai apa yang akan terjadi setelah kematian dan kebangkitan-Nya, Yesus menyuruh mereka untuk berdoa kepada Bapa dalam nama-Nya
Melalui situs ini, Anda dapat menemukan artikel, renungan, kesaksian, tokoh, dan berbagai bahan inspiratif untuk memperkaya perjalanan iman, memperdalam relasi dengan Tuhan, dan menjadi berkat bagi sesama.
Kiranya setiap halaman yang Anda baca menjadi berkat, memperkaya perjalanan rohani, dan menguatkan langkah Anda setiap hari.
Kartu Doa Suku memuat pokok-pokok doa dari berbagai suku di Indonesia. Melalui kartu doa ini, Anda diajak mengambil bagian dalam doa bagi kebutuhan rohani dan pertumbuhan iman mereka.
Simak rekaman seminar GoPray! dan AI Talks yang akan mengajak Anda memperdalam pemahaman tentang doa serta mendoakan topik-topik doa yang disampaikan di dalamnya.
Memuat acara GoPray...
Memuat acara AI Talks...
Selami beragam artikel, renungan, kesaksian, blog, tokoh, dan ilustrasi yang akan menolong Anda bertumbuh dalam kehidupan doa dan iman.
Kumpulan artikel rohani yang memperdalam kehidupan doa Anda.
Bacaan harian untuk menguatkan iman dan saat teduh.
Kisah nyata kuasa Tuhan yang bekerja dalam hidup beriman.
Opini dan pemikiran segar seputar dunia kerohanian.
Inspirasi dari tokoh-tokoh iman yang luar biasa.
Cerita singkat yang memudahkan pemahaman makna doa.
Ketika Ia mengajar murid-murid-Nya mengenai apa yang akan terjadi setelah kematian dan kebangkitan-Nya, Yesus menyuruh mereka untuk berdoa kepada Bapa dalam nama-Nya
Kita semua adalah guru bagi anak-anak. Mereka mengamati kita, meniru kita, dan belajar dari kita. Pendekatan yang kita gunakan untuk mengajar akan sangat menentukan hasil dari proses belajar mengajar itu. Bagaimana kita dapat menentukan pendekatan apa yang akan kita gunakan? Hal itu berasal dari pemahaman kita terhadap konsep-konsep dasar yang melandasi cara kita mengajar.
Reuben A. Torrey, dalam bukunya "How to Pray" (New York: Revell, 1900), memberikan sebelas alasan mengapa doa itu penting, yaitu:
"Allah Bapa, terima kasih atas mama dan papa dan Carol dan Don dan Tippy. Tolong aku untuk menjadi seorang penolong yang baik kalau kami memotong rumput besok."
Sewaktu "Doa Bapa Kami" diucapkan, adakah anak mengerti akan maknanya atau hanya sekadar dihafal begitu saja? Atau dapatkan anak menjadi pandai berdoa dengan mengulangi terus doa tersebut? Tidaklah cukup hanya dengan memberitahukan bahwa anak-anak harus berdoa, tetapi perlu mengajar mereka supaya tahu BAGAIMANA BERDOA. Untuk membantu pertumbuhan kehidupan berdoa anak, perhatikanlah beberapa pembahasan di bawah ini:
Bagian yang paling menakutkan anak, yaitu bila ia diminta untuk maju berdoa di depan kelas. Acara yang paling membosankan anak adalah jika doa terlalu panjang. Sekarang, bagaimanakah mengubah persepsi doa yang kurang menarik ini mejadi bagian yang diminati anak?