Cara Berdoa untuk Para Misionaris
Sebagai mitra doa bagi orang-orang yang diutus untuk misi, Anda pun akan memberikan dampak yang dapat menjangkau seluruh dunia.
Sebagai mitra doa bagi orang-orang yang diutus untuk misi, Anda pun akan memberikan dampak yang dapat menjangkau seluruh dunia.
Perjanjian Lama memuat banyak kisah tentang orang yang tekun berdoa. Ada orang yang berdoa karena berada dalam mara bahaya, meminta kelepasan dari Tuhan, memohon pengampunan atas dosa-dosanya, dan meminta pertolongan supaya dilepaskan dari jerat Iblis. Peristiwa semacam ini tentulah menunjukkan bahwa ada Allah yang hidup, bahwa IA ADA dan selalu ADA sepanjang masa. Ia hadir dan senantiasa berkomunikasi dengan manusia yang diciptakan-Nya. Dia tidak berubah. Hati manusialah yang selalu berubah-ubah.
Penjelasan Allah akan apa yang akan dikerjakan dan yang menjadi prinsip-Nya di sepanjang Habakuk 2, membawa Habakuk kepada responsnya kepada Allah di pasal 3. Habakuk merespons pernyataan Allah tersebut melalui suatu doa yang menggambarkan pengenalannya akan Allah dan kerelaannya untuk taat kepada Allah yang telah berfirman kepadanya. Sering kali, kita belajar mengerti tentang Allah, ada keinginan untuk mengenal Allah, tetapi kita berhenti sampai di sana.
Bacaan : Ratapan 2:13-19
Keputusasaan. Itulah yang saya dapatkan pada lelaki tua penuh kepahitan yang berkata kepada saya, "Jangan berusaha membuat saya bertobat dan jangan berdoa bagi saya. Jika saya mati nanti, satu-satunya tempat yang akan saya tuju adalah dua meter di bawah tanah."
"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)