Mengapa Saya Tidak Dapat Melihat Allah?
Pernah merasa seolah-olah Anda sedang bermain petak umpet dengan Sang Pencipta?
Selamat datang di situs e-Doa, ruang online yang terbuka bagi siapa pun yang rindu bertumbuh dalam kehidupan doa. Di sini Anda dapat menjelajahi artikel, renungan, kesaksian, tokoh, dan bahan inspiratif lainnya yang dirancang untuk memperkaya perjalanan iman, memperkuat relasi dengan Tuhan, dan menjadi berkat bagi sesama di mana pun Anda berada.
Kumpulan artikel rohani yang memperdalam kehidupan doa.
Bacaan renungan yang menguatkan kehidupan iman.
Kisah nyata tentang Allah yang bekerja dalam hidup orang percaya.
Tulisan dan opini seputar kehidupan doa dan kerohanian.
Profil tokoh-tokoh inspiratif dalam pelayanan doa.
Ilustrasi yang menolong menjelaskan makna doa dengan sederhana.
Pernah merasa seolah-olah Anda sedang bermain petak umpet dengan Sang Pencipta?
Setiap kali saya bertemu dengan orang percaya untuk pertama kalinya, entah mereka bergabung dengan gereja kami sebagai anggota atau mereka adalah pemimpin pelayanan dalam konteks lain, saya suka bertanya, "Seperti apa doa bagi Anda?" Sering kali, tanggapan yang saya dapatkan adalah rasa bersalah: mereka menundukkan kepala dan mengakui
Dalam Doa Bapa Kami (Mat. 6:9-13; Luk. 11:2-4), Yesus mengajar para murid-Nya tentang prioritas yang seharusnya membentuk kehidupan doa setiap orang percaya.
"Namun, aku percaya pada kasih setia-Mu. Hatiku bersukacita karena keselamatan-Mu." (Mazmur 13:5, AYT)
Jarang saya memulai waktu khusus untuk berdoa tanpa memikirkan setidaknya satu alasan, dan seringkali lebih dari satu, untuk melakukan sesuatu yang lain.