Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Doa

Loading

ARTIKEL DOA

Doa Yang Dikabulkan: Dua Perspektif

Setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa tentu sangat paham bahwa doa merupakan suatu kegiatan yang lazim. Namun, mungkin kita selalu bertanya-tanya: "Apakah doa itu?" Atau, mungkin pertanyaan yang lebih spesifik lagi: "Apakah doaku terkabul?" Misteri jawaban atas kedua pertanyaan tersebut membawa pengikut agama pada petualangan yang sarat tantangan dan perjuangan, bahkan terkadang berbau mistik, sebab tidak jarang demi terkabulnya suatu keinginan, doa dipanjatkan, dan bila perlu, melanglang buana ke tempat-tempat di mana garansi jawaban doa diyakini lebih besar atau lebih pasti. Fenomena ini rupanya sudah mengglobal dan melanda semua ras, etnik, dan bahkan agama. Namun, bagi kita umat yang percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan, pandangan Alkitab menolong kita memiliki pemahaman lain yang lebih masuk akal, berkualitas, dan bahkan (seharusnya) memuaskan. Doa yang dikabulkan haruslah dipahami secara menyeluruh, bukan hanya sebatas pada lingkup terpenuhinya keinginan atau cita-cita manusiawi semata. Kita akan melihat pemahaman ini dari dua perspektif, yaitu perspektif Doa Bapa Kami dan perspektif doa seorang murid. Dengan begitu, kita akan tahu bagaimana kita berharap atas doa kita.  ... selengkapnya »

Enam Kuasa Istimewa Doa

Enam Kuasa Istimewa Doa

"Lebih banyak hal yang dikerjakan dengan doa daripada yang diimpikan oleh dunia" (Alfred, Lord Tennyson)

Pernah saya jumpai seorang ibu yang sangat menderita ketika ia masih muda. Kurang dari 24 jam sesudah melahirkan anak kedua, ia mendapat kabar bahwa suami dan anak pertamanya berumur 6 tahun, meninggal karena kecelakaan mobil.  ... selengkapnya »

Yang Terjahat

"Dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat" (Matius 6:13)  ... selengkapnya »

Doa Teladan (Matius 6:9-13)

Setiap guru tahu kekuatan sebuah contoh, ia tidak hanya memberi tahu apa yang harus dilakukan dan bagaimana cara melakukannya kepada muridnya, tetapi juga menunjukkan bagaimana hal itu benar-benar dapat dilakukan. Dengan menyadari kelemahan kita, Sang Guru memberi kita kata-kata yang dapat kita ucapkan ketika mendekat kepada Bapa. Kita memiliki kata-kata itu dalam bentuk doa, yang di dalamnya terkandung kesegaran dan kesempurnaan kehidupan kekal. Doa ini begitu sederhana sehingga seorang anak kecil pun dapat mengucapkannya. Doa ini juga sangat kaya, sehingga di dalamnya terangkum segala yang dapat diberikan oleh Allah. Doa ini merupakan teladan dan ilham bagi doa-doa yang lain, dan menarik kita kembali kepada-Nya sebagai ungkapan terdalam jiwa kita kepada Allah.  ... selengkapnya »

Doa Orang yang Baik tetapi Keliru (Lukas 18:9-14)

Doa Orang yang Baik tetapi Keliru (Lukas 18:9-14)  ... selengkapnya »

Doa Keheningan Hati

Ya Allah,
Berikanlah saya
Keheningan hati untuk menerima
Apa yang tidak dapat saya ubah
Keberanian untuk mengubah
Apa yang dapat saya ubah
Dan kebijaksanaan untuk membedakan kedua hal itu.

Demikianlah doa yang terkenal dengan nama Doa Keheningan Hati (Serenity Prayer). Menurut sebuah pahatan pada batu di Koblenz, doa itu diajarkan oleh Friedrich Oetinger, seorang penginjil di Jerman pada abad 18.  ... selengkapnya »

Penghalang Berupa Tidak Mengampuni (2)

Kegagalan untuk mengampuni orang lain adalah kejahatan. Dalam perjalanan pelayanan, saya menemukan tidak terhitung jumlahnya orang-orang Kristen yang berada di tangan para penyiksa atau algojo-algojo -- siksaan rohani, siksaan mental, siksaan jasmani. Saya bertanya-tanya dalam hati, "Tuhan, bagaimana hal ini bisa terjadi? Orang-orang yang menyerukan nama Tuhan Yesus; orang-orang yang memiliki keselamatan; orang-orang yang mengakui Yesus Kristus sebagai Tuhan, namun mereka tidak memunyai damai sejahtera, mereka tidak memiliki sukacita, mereka dikuasai oleh ketakutan, pikiran mereka tidak tenang; dan mereka datang kepada saya untuk kelepasan. Kalau saja hal itu terjadi di luar Gereja, saya dapat mengerti, tetapi ini terjadi di dalam Gereja!"  ... selengkapnya »

Kisah Kattrin

Keluarga petani itu baru saja mendapat informasi bahwa segerombolan teroris sedang bersiap-siap hendak menyerbu desa pada malam itu. Bulu tengkuk mereka berdiri membayangkan apa yang akan terjadi. Desa yang sedang tidur nyenyak itu akan segera porak-poranda dan menjadi lautan darah. Tetapi mereka merasa tak berdaya untuk menolong. Mereka diancam dan dipaksa bungkam. Dalam ketakutan yang mencekam itu, sang petani mengajak keluarganya berlutut. Mereka berdoa, "Tuhan, kami tidak dapat berbuat apa-apa, hanya Tuhanlah yang dapat menolong, kami hanya dapat berdoa ..." Pada saat itu, Kattrin, anak perempuan mereka yang kecil, menyelinap keluar. Ia berlari pontang-panting ke desa itu. Rumah demi rumah dibangunkannya. Ketika ia sedang berlari pulang, gerombolan itu datang. Kattrin ditembak dan roboh seketika. Tetapi semua penduduk desa itu berhasil mengungsi dan mereka semua selamat.  ... selengkapnya »

Penghalang Berupa Tidak Mengampuni (1)

Banyak orang Kristen memunyai penghalang di dalam kehidupannya. Penghalang ini menghambat kemajuan rohani kita -- sesuatu yang mengikat; yang membuat frustrasi; menyebabkan tertunduk; menghalangi sukacita, damai sejahtera, kepuasan, dan penggenapan atas apa yang seharusnya kita miliki. Jika ada penghalang yang timbul antara Allah dan manusia, itu terjadi dari pihak manusia, bukan dari pihak Allah karena pada saat kematian dan kebangkitan Yesus, semua penghalang runtuh di sisi Allah. Salah satu penghalang terbesar untuk memperoleh damai sejahtera yang penuh dan perhentian yang sempurna adalah tidak mau mengampuni. Mari memerhatikan apa yang Yesus ajarkan dalam Matius 18:15-35.  ... selengkapnya »

Doa Menyediakan Pekerja

Tuhan mengajarkan kepada murid-murid-Nya bahwa mereka harus berdoa dan juga mengajar bagaimana mereka harus berdoa. Dalam Matius 9:37-38, Tuhan mengungkapkan secara langsung tentang satu hal yang harus mereka ingat. Dalam sudut pandang tuaian yang begitu melimpah dan kebutuhan akan penuai, mereka harus berseru kepada Tuan yang empunya tuaian untuk mengirim pekerja-pekerja. Ia ingin mereka mengerti bahwa doa bukanlah sesuatu yang egois; doa adalah kuasa yang membawa berkat bagi orang lain. Bapa adalah Tuan dari tuaian itu. Saat kita berdoa memohon Roh Kudus, kita harus berdoa kepada-Nya untuk mempersiapkan dan mengirim pekerja-pekerja-Nya untuk pekerjaan itu.  ... selengkapnya »

Komentar


Syndicate content