Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Doa

Loading

Doa dan Pentakosta

Fenomena Dalam Lawatan Allah, Alkitabiahkah?

Sepanjang sejarah kekristenan, keadaan gereja tidak selalu cemerlang. Gambaran gereja mula-mula yang ideal (zaman para Rasul), menurun hingga mengalami "kematian" yang dikenal dengan zaman kegelapan atau "The Dark Ages". Saat itu, pujian dan penyembahan tidak terdengar lagi di gereja, karunia bahasa lidah hilang, dan konsep keselamatan oleh pengorbanan Yesus digantikan dengan konsep keselamatan yang dapat dibeli dengan uang.  ... selengkapnya »

Pelajaran Pentakosta

Apakah Pentakosta itu? Apakah ia hanya merupakan fakta sejarah semata -- kolot, tandus, masa lalu? Atau apakah Pentakosta adalah masa kini, energi kehidupan yang harus dihasilkan dalam sejarah kehidupan setiap individu dan setiap gereja di semua tempat dan untuk sepanjang waktu? Pentakosta adalah Injil dalam tindakan praktis dan sepenuhnya. Pentakosta adalah Roh Kudus dalam bentuk sebenarnya. Pentakosta memberikan kuasa untuk melaksanakan Injil. Injil tidak dapat dilaksanakan di tempat mana pun atau dalam kondisi apa pun secara agresif dan penuh kuasa, tanpa kuasa Pentakosta. Apa yang dilakukan Roh Kudus kepada murid-murid pada hari Pentakosta, harus dilakukan-Nya juga kepada kita. Roh Kudus yang telah membuat gereja bergerak dengan kekuatan penuh, dan hanya Dialah yang dapat membuat gereja tetap bergerak dan memiliki kuasa.  ... selengkapnya »

Berdoa di dalam Kuasa Roh 2

Siklus Ilahi dari Doa

Mezbah Dupa surgawi, menurut Wahyu 8:3-5, adalah tempat malaikat mengambil doa-doa kita dan mempersembahkan doa-doa tersebut dengan kemenyan surgawi di hadapan takhta Allah. Apa hasil dari semua kegiatan surgawi ini? Pada waktu kita menaikkan doa-doa kita melalui Roh Allah ke takhtanya, Dia mengirim kembali doa-doa tersebut dengan cara yang dapat dilihat, didengar, dan dirasakan di bumi! Kita melepaskan kuasa Allah di bumi pada waktu kita memberi Dia sesuatu untuk dikerjakan di Surga. Itulah salah satu alasan mengapa kita berdoa.

Ayub 36:27-28 menjelaskan hal ini -- "Ia menarik ke atas titik-titik air dan memekatkan kabut menjadi hujan, yang dicurahkan oleh mendung dan disiramkan ke atas banyak manusia". Gambaran ini berbicara mengenai siklus air. Uap air dari bumi dan laut, tanah dan danau, naik ke atas membentuk awan di langit. Awan-awan tersebut kemudian mencurahkan hujan sebanyak uap yang menjadi awan tadi. Semakin banyak uap dalam awan, semakin lebat hujan turun.  ... selengkapnya »

Berdoa di dalam Kuasa Roh 1

Salah seorang tokoh doa yang dicatat dalam Alkitab adalah Rasul Paulus. Melalui surat-suratnya yang ditujukan kepada orang-orang Kudus pada zamannya, dia telah membuka hatinya kepada kita. Dalam cara yang sangat pribadi, dia telah mengajarkan kepada kita langkah demi langkah mengenai kuasa, maksud, dan praktik dari doa. Dalam Efesus 6 kita belajar mengenai perlengkapan perang dan senjata dari seorang pejuang doa. Kita diberitahu agar berdoa dengan setia dalam berbagai cara untuk saudara-saudara kita di dalam Kristus, di mana pun mereka saat ini berada. Kita bersukacita karena menurut Roma 8:26-27, Roh Kudus sendiri akan menolong kita berdoa sesuai dengan kehendak Bapa. Apabila kita berdoa "di dalam Roh" maka kita mampu untuk mendoakan doa-doa Allah, merasakan perasaan-perasaan Allah, dan memikirkan pikiran-pikiran Allah.  ... selengkapnya »

Roh Kudus dan Doa

"Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus." (Roma 8:26-27)  ... selengkapnya »

Doa dan Kebangunan Gereja

Doa Berkait dengan Kebangunan

Sebelum Tuhan Yesus lahir ke dunia, Allah telah menyediakan seorang wanita yang siang malam berdoa untuk itu. Wanita itu sudah berusia 84 tahun. Akhirnya, sebelum meninggal, ia sempat menyaksikan kelahiran Tuhan Yesus. Selain itu, Allah juga menyediakan seseorang bernama Simeon yang berada di Bait Allah ketika Yesus disunat pada hari kedelapan. Pertama kali Anak Allah mengalirkan darah-Nya di dalam dunia bukan di atas kayu salib, tetapi 33,5 tahun sebelumnya. Dia mengalirkan darah bagi Anda dan saya pada waktu Dia disunat, karena Dia harus menaati semua tuntutan Hukum Taurat. Ketika Yesus disunat pada hari yang kedelapan, Maria dan Yusuf mempersembahkan korban di Bait Allah. Simeon menggendong Yesus yang masih bayi itu sambil berkata, "Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu." (Lukas 2:25-30)  ... selengkapnya »

Karunia-Karunia

Berdoa Dalam Bahasa Roh

Berdoa dalam bhs roh merupakan suatu sarana untuk bertumbuh dalam hidup ilahi, yaitu hidup dalam Roh.  ... selengkapnya »

Being Led by the Holy Spirit

Penulis : DR. David Yonggi Cho

Salah satu hal terpenting di dalam pelayanan bukanlah membuat rencana dengan pimpinan Roh Kudus. Meskipun berkali-kali kita merasa perlu untuk memulai suatu rencana atau proyek yang baru, tetapi kita harus menunggu sampai Roh Kudus memimpin kita. Kita harus mengikuti pimpinan Roh Kudus. Apabila Roh Kudus menggerakkan kita untuk melakukan suatu hal tertentu, maka kita harus meninggalkan rencana kita dan mematuhiNya dengan segera.  ... selengkapnya »

Bagaimana Menerima Pimpinan Roh Kudus

Penulis : Rev. Paul Y Chun

Bagaimana kita memelihara pimpinan Roh Kudus? Supaya bisa dipimpin oleh Roh Kudus kita harus menyerahkan apa saja yang menghalangi pimpinan Roh Kudus, juga harus membayar harga untuk hal itu dan mau mengambil keputusan untuk berkorban. Orang yang tidak dipimpin oleh Roh Kudus akan melakukan sesuatu dengan hawa nafsu.  ... selengkapnya »

Komentar


Syndicate content