Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Doa

Loading

Doa Paulus untuk Pembuangan Duri di dalam Dagingnya (2 Korintus 12:7-10)

Paulus telah memberikan pernyataan-pernyataan yang ajaib dari Allah. Untuk menjaga supaua Paulus tidak meninggikan diri, Tuhaan memberikan duri di dalam daging. Kita tidak mengetahui dengan pasti apa yang dimaksudkan dengan duri di dalam daging itu, tetapi biasanya orang mengatakan itu adalah suatu kelemahan tubuh yang menyakitkan, yang dibawa kepadanya oleh Iblis.

Tiga kali Paulus berdoa kepada Tuhan agar duri dalam daging itu di buang. Doanya dijawab, tetapi bukan dengan cara yang diharapkan Paulus.

Tuhan Yesus menjawab, "Dalam kelemahanlah (kelemahanmu) kuasa-Ku menjadi sempurna." "Kuasa Tuhan Yesus bekerja di dalam kelemahan Paulus" (Dr. Sidlow Baxter). Pencobaan tetap berlangsung dan kasih karunia dari Tuhan kita tetap tersedia. Kelemahan manusia membuka jalan lebih banyak lagi untuk kuasa dan kasih karunia Kristus. Kasih karunia yang ditanamkan dengan duri itu lebih besar nilainya daripada bila ia dibebaskan dari duri itu. Jika kita merendakan diri di bawah kaki Yesus dan menerima apa yang disediakan-Nya bagi kita, maka kuasa Tuhan disempurnakan di dalam kelemahan kita.

Paulus merasa puas dengan jawaban Tuhan Yesus atas doanya, dan ia menerima lebih daripada yang dimintanya. Paulus menjawab Tuhan Yesus dengan mengatakan, "Terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku." Ia lebih suka kuasa Kristus bekerja dalam dirinya daripada ia dibebaskan dari dalam daging itu.

Paulus melanjutkan. "Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan, dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat." Paulus menukar kelemahannya sendiri dengan kuasa Kristus.

Sering Allah mempunyai sesuatu yang lebih baik bagi kita daripada jawaban yang kita inginkan atas doa-doa kita. "Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya (Yesaya 40:29).

Komentar